SEKILAS INFO
17-10-2021
  • 3 bulan yang lalu / Pembagian Raport Kenaikan Kelas Pada Tanggal 25 Juni 2021 dari Pukul 08.00 – 11.00 WIB
  • 4 bulan yang lalu / Pengumuman PPDB Jalur Reguler dan Mutasi 28 Juni 2021
  • 4 bulan yang lalu / PPDB TP. 2021-2022 mulai tanggal 21 Juni 2021 (Jalur Reguler dan Mutasi), silakan kunjungi laman kami : https://smkn1-pkp.sch.id/pengumuman/
20
May 2020
0
Opini : Benteng Remaja di Tengah Pandemi

 

Oleh. Novita Simorangkir, M.Pd

Telah dipublikasikan oleh babelpos, 19 Mei 2020

Virus Corona pada awalnya ditemukan di Wuhan. Pada Desember 2019 terdapat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Wuhan dengan gejala seperti sakit flu. Penyebaran virus ini sangat cepat sehingga pemerintah setempat melakukan lockdown. Kota Wuhan yang merupakan salah satu kota besar di Cina langsung terlihat sepi bak kota mati. Warga local maupun pendatang harus tetap berada di rumah. Virus ini masih dinilai sebagai pandemic local sehingga belum mempengaruhi kehidupan warga dunia termasuk negara kita,  Indonesia.

Kita bisa lihat negara adidaya Amerika. Siapa yang tidak tahu Amerika? Negara ini memiliki fasilitas kesehatan yang canggih dan tim medis yang hebat, tetapi berdasarkan data per tanggal 6 Mei 2020 menyebutkan bahwa  jumlah warga Amerika yang meninggal akibat terinfeksi Virus Corona sudah mencapai tujuh puluh dua ribu orang sedangkan yang sembuh baru mencapai seratus Sembilan puluh sembilah ribu seratus lima puluh satu. Melihat jumlah kasus tersebut membuat Amerika berada pada peringkat pertama sebagai Negara yang memiliki kasus terbanyak di dunia.

Pada saat dunia sudah dihebohkan menangani Virus Corona, warga Indonesia masih berkelakar bahwa Virus Corona hanya ada di luar negeri. Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan himbauan atau larangan bagi warganya untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Warga Indonesia masih menganggap bahwa Indonesia pasti aman dari Virus Corona. Bahkan ketika ada kabar bahwa di beberapa Negara tetangga sudah terdapat pasien positif Virus Corona, warga Indonesia masih tetap santai dengan keyakinan bahwa Virus tersebut hanya ada di luar negeri saja. Hingga pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Jokowi memberitakan secara resmi bahwa ada 2 (dua) orang Warga Negara Indonesia, yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat dinyatakan telah terinfeksi Virus Corona. Beberapa kalangan yang kaget mendengar berita tersebut langsung melakukan panic buying.

Bagaimana respon kelompok remaja Bangka Belitung saat mendengar berita tersebut? Masih terlihat biasa-biasa saja karena menganggap jumlah 2 (dua) orang masih sangat sedikit, terlebih 2 (dua) orang tersebut adalah warga Depok dimana kota tersebut sangat jauh dari Provinsi Bangka Belitung. Aktivitas warga Bangka Belitung masih berjalan normal. Sekolah masih melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Kegiatan berkumpul seperti arisan, seminar, ibadah masih berjalan seperti biasa. Aktivitas para remaja seperti nongkrong, main ke rumah kawan, olahraga bersama juga masih berjalan normal.

Media mulai memberitakan beberapa provinsi sudah ada yang terpapar Virus Corona. Mulai dari provinsi pertama, DKI Jakarta sampai sudah ada 17 provinsi, warga Bangka Belitung masih bisa  tenang walau kegiatan sekolah sudah mulai diliburkan. Tepat pada tanggal 30 Maret 2020, Provinsi Bangka Belitung menjadi provinsi ke-31 yang terdapat pasien positif  Virus Corona. Warga yang positif Corona, merupakan salah satu warga di Pulau Belitung. Kelompok remaja di Pulau Bangka masih bisa tenang, karena Pulau Belitung dan Pulau Bangka terpisah oleh perairan yang luas. Kelompok remaja masih tenang dan masih berani konke-konke berkumpul bersama kawan sepergaulan. Para remaja masih berkeyakinan bahwa Virus Corona tidak akan menginfeksi dirinya. Karena melihat orang-orang yang terinfeksi pada umumnya merupakan kelompok orang yang baru pulang dari perjalan luar daerah atau yang sudah berusia lanjut dengan riwayat penyakit bawaan.

Lapangan Merdeka Pangkalpinang masih menjadi tempat favorit anak muda untuk berkumpul, bersenda gurau tanpa terbebani pikiran bahwa dirinya bisa terinfeksi Virus Corona. Kelompok orang yang tidak peduli dengan penyebaran Virus Corona membuat pemerintah setempat bertindak tegas. Pemerintah menyemprot cairan disinfektan kepada kelompok orang yang masih senang nongkrong di Lapangan Merdeka. Pemerintah juga membatasi jam operasional warung makan atau caffe. Aparat kepolisian juga melakukan patroli keliling guna membubarkan kelompok yang masih senang berkumpul di luar rumah.

Halo remaja Bangka, sekolah diliburkan tujuannya untuk menjaga kalian supaya tidak terpapar Virus Corona. Jangan meremehkan proses penyebaran virus ini. Per tanggal 6 Mei 2020, ada dua belas ribu lebih orang terinfeksi di Indonesia dan secara global sudah tiga juta tujuh ratus lebih warga dunia terinfeksi. Kalian mau nunggu kabar apa supaya bisa membuat kalian bisa setia berada di rumah?

Ada sembilan ribu warga Jakarta yang dirawat di beberapa RS akibat terinfeksi Virus Corona. Jakarta masih mampu menangani situasi tersebut karena didukung oleh fasilitas kesehatan yang memadai dan Jakarta memiliki kekuatan dana yang besar. Tapi bagaimana RS di Pulau Bangka? Ada berapa jumlah personil medis? Berapa banyak mesin ventilator yang dimiliki oleh RS se Bangka? Jangan disamakan dengan Jakarta. Seperti yang dikatakan oleh Walikota Pangkalpinang bahwa apabila ada lima orang yang terinfeksi virus Corona dan membutuhkan tindakan medis, pasti akan sangat merepotkan. Beliau mengatakan seperti itu karena memahami kemampuan medis yang kita punya.

Pada kondisi normal, sebelum ada wabah virus Corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19, RS di ibu kota provinsi yaitu Pangkalpinang masih sulit memberi pelayanan prima untuk pasien dikarenakan fasilitas kesehatan yang masih terbatas. Hari demi hari jumlah orang terinfeksi Virus Corona di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan.  Berdasarkan data per tanggal 5 Mei 2020, ada dua puluh tujuh orang yang positif terinfeksi Virus Corona dimana ada satu orang yang meninggal, empat orang sembuh dan dua puluh dua orang masih status positif. Penyebaran kasus positif di Provinsi Bangka Beitung adalah sebagai berikut, Kabupaten Bangka Barat terdapat lima belas orang, Kabupaten Belitung terdapat empat orang,Kota Pangkalpinang terdapat tiga orang, Kabupaten Bangka terdapat tiga orang, dan Kabupaten Bangka Selatan terdapat dua orang. Hanya Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Bangka Tengah yang belum terinfeksi Virus Corona.

Tim medis tidak hanya disibukkan dengan orang-orang yang berstatus positif terinfeksi Virus Corona tetapi juga harus mengurus Orang Dalam Pemantauan sebanyak sembilan ratus delapan puluh dua orang, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak tujuh puluh lima orang, serta Orang Tanpa Gejala sebanyak sembilan ratus sembilan puluh tujuh orang.  Tidak menutup kemungkinan orang-orang yang ODP, PDP dan OTG bisa berubah menjadi status positif terinfeksi Virus Corona.

Covid-19 menciptakan situasi dan kondisi yang  tidak mengenakkan. Berbagai informasi tentang Covid-19 sudah diberitakan oleh media elelektronik, media cetak serta media online. Apakah remaja tidak melihat atau mendengar berita? Namun kenapa masih banyak remaja berkumpul bersama kawan di luar rumah? Apa peran keluarga bagi remaja saat harus beradaptasi pada masa wabah Covid-19?

Sebenarnya remaja di era milenial, sudah semakin maju karena segala informasi bisa diperoleh secara mudah dan dalam waktu singkat melalui gadget yang ada di tangan mereka. Kebebasan memperoleh informasi membuat remaja mampu mempertanyakan berbagai hal dan mencari jawaban secara mandiri tanpa bantuan orang tua maupun orang lain. Semua jawaban yang diperoleh akan digunakan untuk menganalisa sebuah masalah. Pada masa Covid-19, remaja sudah mengetahui perihal tentang Covid-19. Remaja memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berhubungan dengan Covid-19 sehingga remaja dengan mudahnya menyelesaikan tugas atau PR tentang Covid-19. Remaja sudah mengetahui bahaya Covid-19 tetapi mengapa kita masih menemukan sekelompok remaja nongkrong bergerombol dengan teman?

Usia remaja merupakan tahap transisi dimana terjadi perubahan fisik dan prikis. Perubahan hormon mempengaruhi pola berpikir dan bertingkah laku pada remaja. Remaja butuh ruang eksistensi diri. Remaja memerlukan kelompok atau lingkungan yang memberikan peluang atau kebebasan untuk dirinya sehingga timbul perasaan bahwa dirinya sudah dihargai dan diakui. Pada masa Covid-19 semua orang, termasuk remaja dihimbau untuk stay at home. Himbauan ini bisa remaja laksanakan jika lingkungan rumah memberikan kenyaman bagi remaja.

Sejak libur sekolah yang dimulai tanggal 16 Maret 2020 sampai hari ini berarti sudah lima puluh hari lebih remaja diminta untuk tetap berada di rumah. Mungkin waktu sepuluh hari pertama libur, remaja senang berada di dalam rumah karena tidak perlu bangun pagi untuk berangkat sekolah, tidak bertemu dengan guru killer, bisa puas main game, dan sebagainya. Namun saat remaja sedang menikmati masa stay at home, orang tua yang mulai stress dengan dampak Covid-19 mulai melampiaskan emosi kepada putra putri mereka. Orang tua mulai marah atau protes terhadap hal-hal yang dilakukan remaja selama di rumah. Tahap remaja yang merupakan tahap menuntut pengakuan diri, membuat remaja merasa tidak nyaman dimarahi. Remaja merasa bahwa dirinya bukan anak-anak yang bisa dimarahi atau diancam. Situasi rumah yang tidak kondusif, membuat remaja pergi ke luar rumah untuk berkumpul bersama teman guna mencari ketenangan walaupun sebenarnya mereka mengetahui tentang bahaya wabah Covid-19.

Status libur sekolah memang mendatangkan kebahagiaan bagi remaja yang senang dengan kebebasan. Namun tinggal di rumah tanpa rutinitas sekolah dalam jangka waktu yang lama ternyata  tidak sebahagia yang remaja perkirakan. Selama lima puluh hari lebih libur sekolah, remaja diperhadapkan masalah yang membuat dirinya mulai merasa bosan dan stress. Remaja mulai bosan dan mulai merindukan aktivitas sekolah dan aktivitas di luar rumah. Bermain gadget terus menurus yang awalnya menyenangkan,  ternyata menimbulkan persoalan karena kuota data internet jadi cepat habis sehingga memerlukan tambahan biaya untuk beli kuota data.

Orang tua yang memiliki anak usia remaja perlu menambah kesabaran untuk membantu remaja merasa nyaman selama berada di rumah. Perlu para orang tua ketahui,  Virus Corona merupakan organisme mikroskopik yang tidak terlihat oleh mata biasa tanpa bantuan alat khusus. Kita bisa mengusir atau membunuh nyamuk yang mengganggu kita, tetapi berbeda dengan Virus Corona. Kita tidak bisa mengusir Virus Corona karena tidak pernah mengetahui kapan virus itu datang mengganggu diri kita ataupun para remaja kita. Mari jadikan rumah sebagai benteng pertahanan bagi para remaja supaya tidak terpapar Virus Corona dari luar rumah.

 

 

 

 

 

 

SMK Negeri 1 Taman Sari

NPSN : 10901156

ALAMAT Jalan Merdeka No 90
KEC. Taman Sari
KEL. Batin Tikal
KAB. PANGKALPINANG
PROV. BANGKA BELITUNG
KODE POS 33126